Minggu, 24 April 2016

On the Way ke Pulau Tidung lagi

Setelah lepas sandar dari Pulau Pari, kapal cepat kembali meneruskan perjalanannya ke Pulau Tidung. Memang cukup jauh kelihatannya Pulau Tidung dari Jakarta. Mungkin memerlukan waktu sekitar satu jam lagi untuk sampai di Pulau Tidung. Karena baru pertama kali ini ke Pulau Tidung, sepertinya perjalanan terasa lama. Kalau sudah sering atau kesempatan berikutnya, perjalanan laut ini bisa terasa lebih cepat kayaknya.
Tidak lama akhirnya kapal cepat sampai di Pulau Tidung. Semua penumpang kapal sepertinya turun di pulau ini. Terlihat banyak orang yang berdiri di dermaga. Ada papan bertuliskan Selamat Datang di Pulau Tidung Sebagai Wilayah Bebas Narkoba. Ternyata di Pulau Tidung ada betor atau becak motor yang menyambut kedatangan rombongan kami. Becak motor dan sepeda adalah kendaraan khas di Pulau Tidung, selain kendaraan yang umum yaitu sepeda motor. Tidak ada kendaraan roda empat di pulau, sepertinya begitu. Jalan yang ada di Pulau Tidung hanya sebatas jalan setapak yang cukup untuk sepeda, sepeda notor dan becak motor.






Sampai di Pulau Pari

Setelah Pulau Untung Jawa, pulau berikutnya yang disinggahi kapal cepat adalah Pulau Pari. Pulau Pari cukup terkenal di dunia maya lewat iklan tour dan sebagainya. Suasana Pulau Pari cukup ramai dan ada banyak perahu dan kapal  motor yang sandar di dermaga pulau. Ada plang yang bertuliskan program dari Marinir Angkatan Laut yang terpampang papan tulisannya di dermaga Pulau Pari. Ada penumpang lain yang duduk di bawah yang turun di Pulau Pari. Dari internet maupun papan yang terpampang di dermaga kelihatannya ada banyak obyek wisata juga di Pulau Pari ini. Mungkin pada waktu dan kesempatan lain bisa berkunjung ke Pulau Pari ya....



Melewati Pulau-Pulau Lain

Tidak lama kapal cepat melewati pulau, dan sepertinya pulau terdekat dari Jakarta adalah Pulau Air. Dulu pernah ke sana sewaktu Acara Sarasehan Antropologi, sekitar tahun 1980-an. Suasana pulau sekarang tampak sudah berubah, kelihatan lebih maju dari waktu lampau. Maklum sudah 30-an tahun lebih, sudah lama juga.
Setelah melewati Pulau Air kapal cepat sepertinya melewati Pulau Pramuka, pulau tempat rombongan ASEAN tadi punya acara. Setelah Pulau Pramuka dilewati, berikutnya ada pulau lagi. Ternyata di pulau ini tidak Cuma lewat karena ada perempuan yang didrop di situ. Seorang perempuan dengan barang bawaannya, sepertinya barang dagangan kebutuhan sehari-hari. Ini Pulau Untung Jawa ternyata kalau melihat dari plang yang ada dekat dermaga pulau. Pulau Untung Jawakelihatannya cukup luas dan ada banyak tower atau BTS dari penyedia layanan komunikasi. Ini bisa terlihat dari kuatnya sinyal HP dan kekhawatiran nggak bisa upload jadi sirna. Mau upload dan update status lancar-lancar aja nyatanya di pulau ini. Begitu juga mau kirim foto, mudah banget rasanya.





Dalam Perjalan ke Pulau Tidung





 
Setelah sampai waktunya berangkat, kenyataannya juga sepanjang perjalanan laut ke pulau-pulau ini gelombang cukup tinggi dan angin cukup kencang. Kota Jakarta, sepertinya Jakarta Utara atau Jakarta Barat gedung-gedungnya terlihat di kejauhan. Karena dapat tempat duduk yang berada di lantai atas kapal cepat, terjangan angin dan gelombang begitu terasanya. Terpaksa akhirnya jaket yang sudah disiapkan dikeluarkan untuk menahan  cipratan air laut yang gelombangnya menerjang ke arah kapal atau malahan kapal cepat ini yang menabraknya. Gelombang air laut yang tinggi memang sampai ke atas kapal cepat.
Angin cukup kencang terpaannya dari depan karena kapal cepat melawan arah  dengan kecepatan yang lumayan tinggi. Semua orang yang berada di atas, terkena cipratan air laut. Baik yang duduk di sisi kanan ataupun yang di sisi kiri semua kena ciparatan air laut. Mau bicara ke teman di sebelah juga musti keras dan teriak supaya bisa mengatasi bunyi deru mesin kapal dan suara deburan gelombang.

Berangkat dari Marina di Ancol


Hari masih pagi sekitar pukul 08.00 WIB ketika seluruh rombongan tiba di dermaga Marina Ancol. Rencananya hari ini mau ke Pulau Tidung buat acara outing. Ini hari Jumat dan ternyata ada beberapa rombongan yang mau berangkat juga ke Kepulauan Seribu dari Marina Ancol. Harapannya nanti sholat Jumat masih bisa dilakukan dan kenyataannya memang setelah di Pulau Tidung waktu sholat Jumat masih bisa terkejar. Kembali ke rombongan yang mau berangkat kelihatannya ada beberapa group, kelihatannya ada rombongan remaja ASEAN atau semacamnya karena multi bangsa Asia ada di kelompok itu. Tampaknya mereka mau ke Pulau Pramuka. Ada kegiatan di sana mungkin juga. Selain itu ada yang mau ke pulau-pulau lain di Kepulauan Seribu, tetapi bukan dalam kelompok besar.
Rombongan kami tujuannya Pulau Tidung, pulau yang sudah sering didengar tapi baru kali ini mau didatangi. Ada banyak kapal cepat dan speedboat yang sandar di dermaga Marina Ancol. Rombongan harus menunggu beberapa saat sebelum diabsen untuk naik ke atas kapal cepatnya. Lebih dari jam 08.00 sebagaimana yang dijadwalkan ternyata berangkatnya. Tapi nggak apa-apa, yang penting jadi berangkat aja.